Di tengah-tengah perkembangan zaman yang semakin maju, arus teknologi yang semakin berkembang pesat, dan pesona kota pahlawan sebagai warisan sejarah perjuangan kemerdekaan, masih berdiri kokoh instansi pendidikan menegah pertama, SMP Negeri 2 Amabarawa yang berperan aktif dalam mengembangkan potensi siswa menuju kedewasaan yang optimal. Sekolah ini bukan hanya membentuk siswa yang cerdas intelektual, tetapi juga mencetak siswa yang berakhlak mulia serta membangun siswa yang cerdas emosional dan spiritual. Oleh sebab itu SMP Negeri 2 Ambarawa mengusung semangat yang terangkum dalam akronim ‘GRIDABARA JUARA” (SMP Negeri 2 Ambarawa Jujur, Unggul, Agamis, Ramah, dan Aktif.
Jujur
Kejujuran adalah pondasi utama dalam menggapai kesuksesan. Sebagaimana para utusan Tuhan yang telah terbukti sukses dalam perjuangan mereka karena mereka memiliki sifat-sifat yang harus ada pada dirinya, salah satunya sifat sidiq (jujur). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia “jujur” memiliki arti tidak berbohong, tidak curang, tulus, dan ikhlas. Kejujuran dapat didefinisikan sebagai keselarasan antara ucapan, perbuatan, dan niat dengan keadaan yang sebenarnya. Dalam hadis Nabi dikatakan “Katakanlah yang benar walaupun pahit” hal ini menunjukkan betapa pentingnya perilaku jujur. Selain itu Nabi juga menyatakan bahwa kejujuran akan menuntun jalan ke surga. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kejujuran adalah pintu menuju kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat.
Di SMP Negeri 2 Ambarawa, nilai kejujuran merupakan pondasi utama, nilai yang tidak dapat ditawar lagi. Internalisai nilai kejujuran ditanamkan didalam pembelajaran maupun diluar pembelajaran. Misalnya, melalui ujian, interaksi sosial dalam civitas akademika, dan dalam pengambilan keputusan, kejujuran menjadi darah yang mengalir di setiap nadi-nadi kehidupan untuk berprestasi yang bermartabat. Siswa SMP Negeri 2 Ambarawa adalah cermin generasi yang amanah, berkata benar, dan bertindak sesuai dengan kebenaran.
Unggul
Unggul berarti lebih baik atau lebih tinggi kualitasnya dibangikan yang lain. Keungulan di sini bukan berarti tentang mengalahkan yang lain, tetapi tentang mengalahkan diri sendiri yang lalu. Maksudnya, siswa-siswi SMP Negeri 2 Ambarawa berproses untuk menjadi lebih baik dan bermutu sehingga, mereka dapat berprestasi. Keunggulan ini tidak hanya bidang akademik semata, tetapi juga dalam bidang non akademik. Mereka mampu berprestasi bidang akademik melalui olimpiade sains, karya ilmiah remaja, lomba cerdas cermat, dan lain-lain, sedangkan prestasi non akademik diraih melalui cabang olahraga, seni, himgga teknologi. Mereka terus didorong utuk terus berkembang, cinta ilmu pengetahuan, berinovasi, dan menjadi agen of change.
Agamis
Agamis berkatian erat dengan keimanan dan ketaaatan kepada Tuhan yang Maha Esa. Kata agamis adalah kata sifat yang memiliki arti bersifat agama atau religius. Dengan demikian, agamis dapat didefinisikan sebagai sikap yang kuat dalam memeluk dan menjalankan ajaran agama, serta sebagai cermin diri atas ketaatan terhadap agama yang dianut. Nilai-nialai agama inilah yang menjadi petunjuk jalan dalam setiap keputusan.
SMP Negeri 2 Ambarawa membentuk pribadi yang religius, toleran, dan berakhlak mulia memlalui pembiasaan ibadah, kajian keagamaan, peringatan hari besar agama, dan pengamalan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bekal iman dan taqwa, siswa-siswi SMP Negeri 2 Ambarawa diharapkan mempunyai landasan moral yang kokoh.
Ramah
Sudah dikenal dunia bahawa masyarakat Indonesia dinilai paling ramah di dunia. Hal ini bukan suatau kebetulan, tetapi budaya ini memang ditanamkan sejak dini. Ramah berarti baik hati dan menarik budi bahasanya; manis tutur kata dan sikapnya; suka bergaul dan menyenangkan dalam pergaulan. Ini adalah kecerdasan dalam bersosial. Secara implisit Plato mendefinisikan ramah adalah bagian dari kebijakan yang muncul dari pengetahuan dan kebaikan, serta ide kebaikan yang absolut. Seseorang dapat dikatakan ramah apabila dia bertindak berdasarkan pengetahuan tentang yang baik yang membawanya pada kebahagiaan sejati dan tindakan yang benar, baik bagi dirinya dan orang lain. Dengan demikan, ramah bukanlah suatu perilaku yang muncul di atas permukaan, namun merupakan ekspresi dari pengetahuan etis dan pemahaman mendalam tentang kebaikan itu sendiri.
Di SMP Negeri 2 Ambarawa, ramah merupakan ekspresi budaya sekolah yang penuh kehangatan. Semua anggota komunitas sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga penjual kantin, menjunjung tinggi sikap saling menghormati, menghargai, dan saling sapa dengan yang lain. Budaya ini, telah menjadi ekosistem sekolah, sehingga lingkungan yang ramah menciptakan suasana belajar yang nyaman dan mendukung bagi perkembangan emosional siswa.
Aktif
Aktif adalah istilah umum yang digunakan pada subjek atau objek yang bergerak. Dalam Wikipedia, aktif diartikan merujuk pada sesuatu yang yang bergerak, berfungsi, atau menjalankan tugasnya. Aktif di sini adalah kehendak untuk menjadi subjek yang dapat mengubah dirinya dan lingkungannya dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Siswa didorong untuk memiliki inisiatif dan keberanian dalam mencoba sesuatu yang baru serta menyampaikan ide.
Siswa-siswi SMP Negeri 2 Ambarawa adalah pribadi yang aktif, dinamis, serta peka terhadap lingkungan. Mereka turut terlibat dalam berbagai organisasi sekolah; Organisasi Intra Sekolah (OSIS), pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), dan lain-lain.
Dengan demikian, SMP Negeri 2 Ambarawa tidak hanya mencetak siswa-siswi juara dalam bidang akademik atau non-akademik, tetapi juga melahirkan siswa-siswi yang juara dalam kehidupan, juara dalam kejujuran, juara dalam memperjuangkan keadilan, dan juara dalam ketaqwaan.
GRIDABARA JUARA bukan sekedar jargon atau slogan semata, namun juga tersirat ruh yang menghidupkan nyawa kehidupan sekolah. Ia adalah filosofi, identitas, serta cita-cita bersama dalam melahirkan generasi bangsa yang siap menghadapi kehidupan dari berbagai macam tantangan zaman.
Daftar Pustaka
Al-Ghazali, I. 2008. Ihya’ Ulum al-Din. Bairut: Dar al Fikr
Dweck, C. S. 2017. Mindset: Perubahan Kecil yang Memberi Perbedaan Besar dalam Kesuksesan Anda (Terjemahan oleh Dewa Ayu Dwi W). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Lickona, T. 2013. Educating for Character: Mendidik untuk Membentuk Karakter (Terjemahan oleh Juma Abdu Wamaungo). Jakarta: Bumi Aksara.
Magnis-Suseno, F. 2001. Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Munandar, S. C. U. 2012. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.
Surya, M. 2015. Strategi Jitu Mencapai Kesuksesan Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Zubaedi. 2011. Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
https://id.wikipedia.org/wiki/Aktif
Penulis :

Nurtadho, S.Pd. – Guru PAI SMP Negeri 2 Ambarawa
Tinggalkan Komentar