Nanda Afandi, atau yang akrab disapa Ekan semasa SMA, lahir pada 6 Juli. Ia merupakan penulis muda yang juga berbakat dalam menggambar. Setelah melewati kesibukan program studi di Lancaster, Inggris, Nanda terus hanyut di hadapan mesin tik untuk membagikan manis pahit pengalamannya sebagai mahasiswa asing. Dalam buku ini, Nanda mengungkapkan bahwa berkuliah di Inggris terasa berbeda dengan dokumentasi yang bertebaran di media sosial.
“Untuk orang-orang yang kutemui di perjalanan,
selamat melanjutkan petualanganmu.
Semoga semesta mempertemukan kita kembali di halte, stasiun, atau di tempat lain di bumi.”
Buku yang dicetak pertama kali pada 2024 ini, menceritakan tentang Aluna, mahasiswi S2 jurusan Creative Writing yang menemukan arti cinta sesungguhnya setelah berjumpa dengan seorang barista sekaligus musisi bernama Makaio. Tanpa Aluna ketahui, Makaio juga berdarah Indonesia sama sepertinya.
Cara sederhana alam mendekatkan hati mereka adalah ketika Aluna tidak sengaja meninggalkan buku fiksinya di kedai kopi Makaio. Kesibukan barunya sebagai mahasiswi asing membuat buku berjudul War and Peace itu luput dari ingatan gadis pecinta kopi itu.
Buku yang tertinggal itu lantas menjadi awal pertemuan-pertemuan hangat mereka di sudut Kota Inggris.
Buku berlatar kisah dua negara yakni Inggris dan Indonesia ini, menggunakan bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh pembaca gen z seperti saya. Dipadukan dengan dialog berbahasa Inggris, buku ini dapat mendukung perkembangan bahasa Inggris pembaca.
Nanda Afandi berhasil menciptakan karakter Aluna dan Makaio dalam pikiran saya. Deskripsi suasana dan plot twist yang menarik membuat saya seolah-olah menjadi pemeran utama dalam buku ini. Di balik kisah manisnya, buku ini juga memberikan pesan moral kepada para generasi muda yang terlarut pada kegalauan masa lalu hingga melupakan pendidikan dan masa depan.
Secara keseluruhan, buku berjudul Like We Just Met ini sangat direkomendasikan untuk remaja atau mahasiswa yang sedang membutuhkan motivasi di tengah naik turun siklus pencarian jati diri. Sebuah pelukan bagi siapa pun yang pernah merasa asing di tempat baru.
Penulis: Revalina Aulia Putri (Kelas 9F, 2025/2026)

Tinggalkan Komentar