Info Sekolah
Jumat, 20 Mar 2026
  • SMP Negeri 2 Ambarawa mempunyai visi Unggul dalam Prestasi, Berbudi Luhur, Terampil, mandiri dan Berwawasan Global. Berpredikat sebagai Sekolah Adiwiyata serta Sekolah Ramah Anak
  • SMP Negeri 2 Ambarawa mempunyai visi Unggul dalam Prestasi, Berbudi Luhur, Terampil, mandiri dan Berwawasan Global. Berpredikat sebagai Sekolah Adiwiyata serta Sekolah Ramah Anak
4 Desember 2025

Membentuk Budaya Membentuk Budaya Bebas Plastik dengan “TRISULA”

Kam, 4 Desember 2025 Dibaca 22x Berita

TRISULA, yang merupakan akronim dari Tempat Sampah Terpilah, Rumah Botol, dan Inisiatif Sosialisasi Untuk Langkah Aksi membawa tumbler, adalah kerangka aksi terpadu untuk menekan laju sampah plastik. Isu lingkungan yang mendesak adalah maraknya sampah botol plastik yang dapat menyebabkan polusi, mengancam kehidupan laut, dan memengaruhi kehidupan manusia, terutama di lingkungan sekolah. Di SMP Negeri 2 Ambarawa mengidentifikasi bahwa masalah utama timbul dari kurangnya kesadaran siswa dan penjual sekolah, yang secara langsung berdampak pada jumlah sampah plastik di sekolah.

Sampah plastik adalah semua barang bekas atau material tidak terpakai yang diproduksi dari bahan kimia tak terbarukan, seperti minyak, gas alam, dan batu bara. Menurut penelitian APPIHI, sampah plastik butuh ratusan hingga ribuan tahun untuk terurai di alam. Untuk mengatasi masalah ini, SMP Negeri 2 Ambarawa telah menerapkan proses pemilahan sampah, menyediakan fasilitas rumah botol, dan mendorong siswa-siswi kelas 8 untuk menggunakan tumbler. Selain itu, inisiatif ini telah diintergrasikan ke dalam kegiatan kokulikuler untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan siswa. Upaya yang sudah dilakukan sekolah meliputi pengadaan tempat sampah organik/anorganik, penggunaan tumbler, dan sudah menerapkan pemilahan dengan beberapa titik rumah botol.

SMP Negeri 2 Ambarawa telah membuktikan diri sebagai pelapor dalam pengelolaan lingkungan implementasi strategi 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Komitmen sekolah ditunjukkan melalui penyediaan rumah botol, serta penempatan tempat sampah terpilah. Langkah-langkah ini secara efektif mengurangi ketergantungan pada botol plastik sekali pakai. Maraknya sampah botol plastik di lingkungan kita ibarat tsunami yang datang perlahan, menggenangi daratan dan lautan tanpa kita sadari dampaknya yang menghancurkan. Mari bersama-sama membentuk budaya bebas plastik dengan menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lingkungan kita, dimulai dari hal kecil seperti membawa tumbler dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya.

 

***

Penulis : Wiga Amira Farisya (8A)

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar