Suasana Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Minggu (30/8/2026), berlangsung meriah. Ribuan masyarakat memadati ruas jalan untuk menyaksikan Pawai Pembangunan dan Kirab Budaya Kabupaten Semarang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Ambarawa tersebut diikuti oleh 85 kontingen yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga pendidikan, komunitas, swasta, BUMN dan BUMD, hingga masyarakat. Para peserta menampilkan beragam kreativitas berupa kendaraan hias, kesenian tradisional, pertunjukan musik, tari, serta berbagai atraksi budaya.
Dalam kemeriahan tersebut, SMP Negeri 2 Ambarawa turut ambil bagian dengan menampilkan Kirab Budaya yang mengusung semangat “Lestarikan Budaya, Satukan Karya. Gridabara Juara untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Keikutsertaan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen sekolah dalam mengembangkan kreativitas peserta didik sekaligus melestarikan budaya Nusantara.
Di bawah pimpinan Ibu Sri Mulyati, S.Pd., M.Pd., rombongan SMP Negeri 2 Ambarawa hadir dengan berbagai pasukan yang memadukan unsur budaya, seni, pendidikan, prestasi, dan kreativitas siswa. Tema “Dharmadi Prasama Wigata”, yang dimaknai sebagai kebaikan, sinergitas, dan kepedulian, menjadi semangat yang menyatukan seluruh peserta kirab.
Rombongan kirab diawali oleh Cucuk Lampah, yang diperankan oleh Bagus Restu dari kelas 8B. Kehadiran Cucuk Lampah menjadi simbol pembuka sekaligus representasi tradisi Jawa yang sarat dengan nilai filosofis.
Selanjutnya, Banner Utama Rombongan membawa identitas dan pesan besar SMP Negeri 2 Ambarawa. Di belakangnya hadir dua Maskot Karnaval dengan busana tradisional yang menggambarkan imajinasi, cita-cita, serta keceriaan generasi muda dalam melestarikan budaya melalui kreativitas modern.
Kemudian, barisan Pasukan Paskibra tampil dengan langkah tegap dan penuh kedisiplinan. Penampilan tersebut mencerminkan semangat patriotisme, kepemimpinan, persatuan, serta kecintaan terhadap tanah air.
Tak kalah menarik, Pasukan Siswa Berprestasi turut menjadi bagian dari rombongan. Mereka merupakan siswa-siswi yang telah mengukir prestasi dalam berbagai bidang, di antaranya basket, taekwondo, karate, dan wushu. Kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa prestasi peserta didik SMP Negeri 2 Ambarawa tidak hanya berkembang di bidang akademik, tetapi juga dalam olahraga dan kegiatan nonakademik.
Semangat kepemudaan juga ditunjukkan melalui Pasukan Pramuka, yang terdiri atas Regu Matahari Citra dan Regu Rajawali Cakra. Korps senior dan pasukan kader SMPN 2 Ambarawa turut membawa sejumlah prestasi, antara lain Juara Lomba Galang Terampil Tahun 2026, Lomba Pramuka Garuda Berprestasi Tahun 2026, serta keterlibatan dalam Jambore Nasional ke-12 Tahun 2026.
Kemeriahan semakin terasa ketika Pasukan Penari Anoman Obong tampil membawakan kisah kepahlawanan Anoman. Pertunjukan tersebut menggambarkan keberanian dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan.
Irama musik kemudian menggema melalui penampilan Drumband Gridabara dan Colour Guard. Dipimpin oleh tiga mayoret, yaitu Alya Anggi Khirania, Kenzo Taher Wardana, dan Ilham Javas Nararya, serta tiga gitapati, yaitu Afrinza Naysa Mahestri, Ernesta Aurellia Putri Harsa, dan Laisa Azka Fudiyana, penampilan tersebut memadukan kekuatan musik dengan gerakan Colour Guard yang dinamis dan atraktif.
Unsur budaya Nusantara semakin kuat melalui kehadiran Pasukan Naga, yang menampilkan gerakan dinamis sebagai simbol kekuatan, keberanian, dan perlindungan. Penampilan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian generasi muda terhadap keberlangsungan warisan budaya leluhur.
Berikutnya, Pasukan Wayang dan Gunungan membawa perpaduan antara tradisi dan kreativitas siswa. Gunungan dan berbagai figur wayang yang ditampilkan merupakan karya siswa-siswi dalam bidang Seni Rupa dan Prakarya. Karya tersebut menunjukkan bahwa di tengah perkembangan zaman, generasi muda tetap dapat mengenal, mencintai, dan mengembangkan warisan budaya bangsa.
Kreativitas siswa juga terlihat pada Pasukan Payung. Payung-payung yang digunakan merupakan hasil lukisan tangan siswa yang tergabung dalam mata pelajaran Seni Rupa. Setiap payung memiliki cerita dan karakter visual tersendiri sehingga menjadi bagian menarik dalam pertunjukan kirab.
Tidak berhenti di sana, Pasukan Angklung dan Drumblek menghadirkan perpaduan suara khas angklung dengan irama perkusi yang energik. Kolaborasi tersebut membuktikan bahwa bahan sederhana, seperti bambu, dapat dikembangkan menjadi karya seni musik yang menarik dan kreatif.
Rangkaian rombongan SMP Negeri 2 Ambarawa ditutup oleh Tim PMR, Tim Sapu Jagad, dan Tim Jurnalistik. Tim PMR bertugas menjaga kesiapan dan stamina peserta, sementara Tim Sapu Jagad menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan selama kegiatan. Tim Jurnalistik turut mengabadikan berbagai momen Pawai Pembangunan dan Kirab Budaya sebagai dokumentasi sekolah.
Keikutsertaan SMP Negeri 2 Ambarawa dalam Pawai Pembangunan dan Kirab Budaya Kabupaten Semarang 2026 bukan sekadar menghadirkan pertunjukan di hadapan masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para siswa untuk belajar bekerja sama, bertanggung jawab, berkarya, menghargai budaya, serta menunjukkan potensi yang mereka miliki.
Hal tersebut sejalan dengan tujuan Pawai Pembangunan dan Kirab Budaya Kabupaten Semarang 2026, yaitu memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat sekaligus menampilkan kreativitas, seni, budaya, dan semangat membangun Kabupaten Semarang.
Pemilihan Ambarawa sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna historis. Ambarawa dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki kaitan kuat dengan sejarah perjuangan bangsa, khususnya Palagan Ambarawa. Karena itu, semangat perjuangan para pendahulu dapat diteruskan oleh generasi muda melalui pendidikan, kreativitas, pelestarian budaya, dan karya nyata.
Melalui kirab ini, SMP Negeri 2 Ambarawa kembali menunjukkan semangat “Gridabara Juara”: berprestasi, kreatif, peduli, dan tetap berakar pada budaya Nusantara.
Tegak megah benteng Ambarawa,
Saksi sejarah perjuangan bangsa.
Negeri berdaulat rakyat sejahtera,
Masyarakat adil makmur sentosa.
GRIDABARA JUARA!

Tinggalkan Komentar